Penggunaan dalam basis data
Penggunaan dalam basis data
-Database
Adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer
secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer
untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut
-Database administrator
adalah seseorang yang bertugas untuk merancang logical dan atau conceptual dari database misalnya mengelola sumber data dan merancang pembuatan database dan orang itu yg bertanggung jawab dalam pembuatan database. tanggung jawabnya meliputi:
- Bertanggung jawab terhadap keamanan database.
- Perancangan dan koordinasi secara keseluruhan dari database.
- Mengembangkan skema.
- Membuat dokumen sistem dan penggunaannya.
- Menentukan organisasi data.
- Penerapan terhadap DBMS
- Pengetesan dan pemeliharaan sistem database.
- Menjadi penengah antara pemakai dan manajemen.
- Bertanggung jawab terhadap seluruh operasi dari sistem dasar data.
- Menerapkan prosedur darurat di dalam kasis terjadinya kegagalan sistem atau kerusakan database.
- Melatih dan mendidik personil yang berhubungan dengan database.
-Database designer
adalah seseorang yang bertugas untuk mendesain database. Tugas database desainer ini dibagi menjadi dua, yaitu:
- Merancang Desain Conceptual / Logical Database, yaitu mengidentifikasi entitas, atribut, dan hubungan di antaranya keduanya serta memberikan constraints (batasan).
- Merancang desain database secara fisik, yaitu memutuskan bagaimana logical database design terealisasi secara fisik, misalnya memetakan logical database design menjadi tabel-tabel yang terintegrasi.
-Application programmer
adalah seseorang yang bertugas untuk membuat program aplikasi untuk mengakses database.
Tujuan Pemanfaatan Basis Data
Tujuan Pemanfaatan Basis data yaitu :
1. Kecepatan dan Kemudahan(speed)
Yakni agar pengguna basis data bisa:
-menyimpan data
-melakukan perubahan/manipulasi terhadap data
-menampilkan kembali data dengan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik manual ataupun elektronis).
2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
Dengan
basis data kita mampu melakukan penekanan jumlah redundansi
(pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau
dengan membuat relasi-relasi antara kelompok data yang saling
berhubungan.
- Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu dengan cara memanfaatkan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data dsb.
3. Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan pengkodean
atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan
tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan
ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.
4. Ketersediaan (Availability)
Agar
data bisa diakses oleh setiap pengguna yang membutuhkan, dengan
penerapan teknologi jaringan serta melakukan pemindahan/penghapusan data
yang sudah tidak digunakan / kadaluwarsa untuk menghemat ruang
penyimpanan.
5. Kelengkapan (Completeness)
Agar
data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan
pemakai maupun terhadap waktu, dengan melakukan penambahan baris-baris
data ataupun melakukan perubahan struktur pada basis data; yakni dengan
menambahkan field pada tabel atau menambah tabel baru.
6. Keamanan (Security)
Agar
data yang bersifat rahasia atau proses yang vital tidak jatuh ke orang /
pengguna yang tidak berhak, yakni dengan penggunaan account (username
dan password) serta menerapkan pembedaan hak akses setiap pengguna
terhadap data yang bisa dibaca atau proses yang bisa dilakukan.
7. Data Integrity (integritas data)
Data integrity artinya data di database benar dan konsisten. Ada dua aspek yang membentuk data integrity yaitu:
- Entity Integrity (EI) : Bahwa nilai data pada primary key harus ada dan nilainya tdk boleh ada yang sama. DBMS (database managamen system spt SQL Server, MYSQl dll) memberlakukan EI dgn tdk mengijinkan operasi INSERT atau UPDATE dan menghasilkan pesan kesalahan jika ada Nilai kosong atau sama. Untuk membuat EI anda harus mendefinisikan kolom yg dijadikan Primary Key.
- Referensial Integrity adalah konsep database yang memastikan bahwa hubungan antara tabel tetap konsisten. Misalnya Pada contoh hubungan tabel MasterModel dan OutputProduksi. Kita tidak bisa menghapus data model di tabel MasterModel, karena data tsb terkait ke tabel OutputProduksi.
8. Kebersamaan (Sharability)
Agar
data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak
pemakai), dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar